A Simple Word Can Have Different Meanings

Menggunakan Dua Alternatif

Posted by Unknown Senin, 18 Maret 2013 0 comments
Seorang teolog sakit. Ia mendengar bahwa Nasrudin itu searang mistikus. Dan dalam keadaannya yang setengah sadar, ia merasa ada sesuatu di dalam dirinya.

Akhirnya ia dikirim kepada Nasrudin.

"Buatkan do'a yang bisa membuatku memasuki dunia lain, Mullah," katanya. "Bukankah engkau terkenai pandai dalam berhubungan dengan dimensi lain."

"Dengan senang hati," kata Nasrudin. "Tuhan tolonglah aku. Setan, tolonglah aku!"

Lupa dengan rasa sakitnya, orang suci ini bangkit karena rasa tersinggung yang luar biasa. "Mullah, engkau pasti sudah gila."

"Tidak sepenuhnya, sahabatku. Seseorang yang berada dalam kondisi seperti engkau ini, tidak akan mampu menangkap kesempatan. Jika ia melihat dua alternatif, ia mencoba membuktikan yang mana yang berhasil!"

Perlakuan Sama Tapi Hasil Berbeda

Posted by Unknown 0 comments
"Segala sesuatu yang ada harus dibagi sama rata," ujar seorang filsuf di hadapan sekelompok orang di warung kopi.

"Aku tak yakin, itu akan terjadi," ujar seseorang yang selalu ragu.

"Tapi, pernahkah engkau memberi kesempatan?" menimpali sang filsuf.

"Aku pernah!" teriak Nasrudin. "Aku beri istriku dan keledaiku perlakuan yang sama. Mereka memperoleh apa yang betul-betul mereka inginkan."

"Bagus sekali!" kata sang filsuf. "Sekarang katakan bagaimana hasilnya."

"Hasilnya adalah seekor keledai yang baik, dan istri yang buruk."

Who Am I?

Posted by Unknown Senin, 11 Maret 2013 10 comments
Just some word to discribe about me. people say I am pleghmatish. If the talk is always relaxed, prefer to listen when there is in the crowd, good listener, obedient. less People could refuse the requests of others types of thinkers, and can't mask feelings. join the same lucrative decisions already avoid conflicts. Easy going, nice chat Person if for example there is a conflict, usually I like so an intermediary or mediate.

Feng Nao, Gadis Berpayung

Posted by Unknown Jumat, 27 April 2012 0 comments

Seorang warga Tiongkok bernama Feng Nao adalah contoh nyata perbuatan mulai dan penuh cinta kasih dari seorang gadis cantik. Dalam foto-foto berikut ini menceritakan hujan lebat turun secara tiba-tiba, ketika seorang lelaki tua renta dan lumpuh tidak berdaya bergelut di tengah hujan lebat untuk menyeberang jalan dengan kereta kecilnya.
Ketika itu Feng Nao, seorang gadis cantik yang sedang membawa payung bergegas berlari di dalam hujan lebat untuk memberi perlindungan dan menjaga orang tua itu. Walaupun ternyata payung itu tidak cukup untuk melindungi diri orang tua itu dari basah akibat hujan lebat, namun gadis itu tetap berada di sisi lelaki tua itu di tengah derasnya curahan air hujan, dan ia menjadi adegan yang paling indah di tengah hujan lebat itu.

Seorang gadis yang menggerakkan hati orang yang melihatnya, sebaliknya seorang pria berseragam (dalam lingkaran foto) yang membuat orang marah. Masih ada banyak orang baik, hanya saja kadang-kadang orang yang baik takut menjadi orang baik. Benarkah?
Tidak peduli apapun, yang jelas gadis itu telah berbuat baik dan masih memiliki kebaikan hati, di tengah masyarakat yang cenderung dingin, individualistis, dan serba acuh tak acuh. Gadis itu menunjukkan bagaimana sebuah harapan muncul di manapun dan kapanpun, bahkan di saat hujan badai sekalipun. Apakah hatinya menjadi dingin, sedingin tubuhnya yang dingin karena guyuran derasnya air hujan? Tidak, hatinya masih begitu hangat menyapa, tidak peduli badai menerpa, hatinya tetap hangat.
Kelihatan bahwa hujan lebat yang turun tiba-tiba menyebabkan lelaki tua yag lumpuh kakinya bergerak perlahan-lahan dengan kereta kayu kecilnya. Melihat keadaan ini, Feng Nao sambil memegang payung di tangannya bergegas melindunginya. Tetapi payung itu benar-benar tidak mampu secara keseluruhan melindungi lelaki tua itu dari terpaan hujan lebat.
Terima kasih untuk sebuah kehangatan hati, sebuah tindakan yang semoga dapat membuat hati kita tergerak untuk melihat keadaan sekitar kita. dhammavijja

Seorang Ayah, Anak, Dan Seekor Keledai

Posted by Unknown 0 comments

Suatu hari, ada seorang ayah bersama dengan anaknya beserta seekor keledai, melakukan perjalanan dari kota ke kota. Tibalah mereka di kota A. Sang anak menaiki keledai, sedangkan ayahnya berjalan di sampingnya. Lalu orang–orang berkata, “Dasar anak yang tidak tahu diri, masa ayahnya disuruh jalan kaki.” Lalu mereka pun bertukar posisi dan melanjutkan perjalanan.

Sampailah mereka di kota B, dan orang-orang pun berkata, “Wah-wah… ayah yang kejam, masa anaknya dibiarkan jalan kaki begitu saja." Mereka pun kemudian berhenti dan berpikir sejenak dan akhirnya mereka sepakat menaiki keledai itu bersama-sama.


Sesampainya mereka di kota C, mereka kembali dicerca oleh orang-orang. “Dasar manusia yang tidak mempunyai perasaan! Masa keledainya disiksa dengan dinaiki berdua.” Kembali mereka merenung dan memutuskan untuk berjalan kaki sambil memegang tali keledainya.

Di kota D, mereka ditertawakan oleh orang-orang. “Hahaha.. ayah dan anak yang bodoh, masa punya keledai tapi tidak dimanfaatkan. Bodoh sekali.” Akhirnya mereka pun dibuat pusing akan perkataan orang-orang tersebut. Akhirnya mereka pun mengambil sebuah cara terakhir dengan menggotong keledai tesebut sambil melanjutkan perjalanan karena sudah tidak tahan dengan omongan orang lain.

Tibalah mereka di kota E dan orang-orang pun kembali mencerca mereka. “Dasar edan! Dunia sudah terbalik, masa keledai menunggangi manusia!”

Cerita diatas mengajarkan kita, dimanapun kita berada , kapanpun, siapapun kita, akan selalu ada pandangan dan komentar negatif dari orang-orang di sekitar terhadap kita, seberapa baik pun kelakukan kita. Ada 2 hal yang dapat kita petik dari cerita ini. Yang pertama adalah kita tidak dapat mengatur dan mengontrol apa yang dirasakan, dipikirkan dan dikatakan oleh orang lain. Yang kedua adalah kita tidak pernah dapat menyenangkan hati semua orang. Yang dapat kita lakukan adalah tetap berpikiran positif untuk menanggapi hal-hal tersebut. Gunakanlah untuk mengembangkan diri kita untuk menjadi yang lebih baik, segala sesuatu tergantung pada pikiran (mindset) kita sendiri. michael-hansson
EnglishFrenchGermanSpainItalianDutchRussianPortugueseJapaneseKoreanArabicChinese Simplified